Assalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Tema : Membuat Cover Buku Yang Menarik
Hari/Tanggal : Jumat, 22 Desember 2023
Sukses selalu, selamat menulis
Wassalamualaikum Wr Wb
MENULIS LINTAS TOL LANGIT
Selama 4 hari di Grand Daira Hotel Palembang
Menulislah dan jadilah bagian dari peradaban
Blog banyak sekali manfaatnya yang bisa kita optimalkan.
Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Tingkat MTS Musyawarah Kerja Kepala Madrasah (MKKM) Kementerian Agama Kabupaten Ogan Komering Ilir
Menulislah dengan ikhlas karena bisa memberikan berkah dalam hidup
Sukses selalu, selamat menulis
Assalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Salam Literasi! Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang luar biasa sehingga malam ini kita bisa bertatap layar melalui huruf dan kata yang bisa dibaca dalam WhatApp. malam Ke-29 ini kita akan ditemani oleh narasumber sukses dalam menulis buku, Akbar Zainudin. Penulis buku Man Jadda Wajada. Buku ini diterbitkan oleh Gramedia pustaka utama tahun 2009 akhir dan sekarang cetakan ke-13 dan beredar 55.000 eksemplar.
Beliau mulai menceritakan di mulai dari hobi yakni mengajar, menulis, jalan-jalan, dan makan. Beliau paling suka makan di tempatnya, misalnya soto kudus di Kudus, sate Madura di Madura, soto Lamongan di Lamongan, soto Kandangan di Kandangan, dan sebagainya.
Sampai sekarang beliau sudah menulis 16 buku Solo. Dalam 3 tahun terakhir juga membimbing penulis-penulis pemula untuk menuliskan buku Solo mereka, sudah membimbing sekitar 12 orang yang sudah menerbitkan buku Solo ber ISBN dan sekitar 20 buku antologi tulisan dari para guru seluruh Indonesia.
Profesi beliau sekarang selain menjadi penulis adalah trainer dan motivator. Saya mengisi training dan pelatihan motivasi untuk siswa, guru, mahasiswa, dan juga untuk para pekerja dan eksekutif di kantor. menulis dan mengajar ini memang dua hal yang tidak dipisahkan.Suka mencoba hal-hal baru. Tahun 2019 mengaktifkan kembali kanal YouTube, Akbar Zainudin. Kanal YouTube ini berisi motivasi hidup, motivasi public speaking motivasi bisnis, motivasi belajar, dan motivasi menulis. dengan semangat Man Jadda Wajada Bapak Akbar Zainudin hampir mengkhatamkan keliling 38 Provinsi di Indonesia. Luar biasa ..
Buku-Buku Bapak Akbar Zainudin
Salah satu buku best seller dari mjw book adalah buku Man Jadda Wajada: Ketika Sukses Berawal dari Pesantren. Alhamdulillah buku ini menyasar para santri di seluruh Indonesia dan sekarang ini terjual sekitar 25.000 eksemplar. Dari 16 buku Solo yang saya tuliskan memang rata-rata bergenre buku motivasi dengan tema utama Man Jadda Wajada.
Menurut beliau buku Yang Bagus mempunyai beberapa kriteria:
1. Buku itu mempunyai keunikan atau kalau bisa keunggulan dibandingkan dengan buku sejenis. Penulis harus bisa menjawab pertanyaan:
"Apa perbedaan buku ini dengan buku sejenis yang sudah ada di pasaran?"
"Sebutkan 10 alasan mengapa orang harus membeli buku anda".
Kalau dua hal di atas bisa dijawab dengan jelas itu tanda-tanda bahwa buku kita berkualitas.
2. Buku ditulis dengan target pembaca yang jelas. Sebelum menulis tentukan dahulu siapa audiens yang akan membaca buku kita.
Pengalaman saya, Saya membagi buku Man Jadda Wajada ke dalam beberapa seri'
- Man Jadda Wajada untuk dewasa.
- Man Jadda Wajada fortin untuk motivasi remaja
- berwirausaha modal Man Jadda Wajada untuk calon pengusaha
- UKTUB': panduan buku menulis dalam 180 hari untuk para penulis pemula
- Ketika Sukses berawal dari pesantren untuk para santri dan santriwati.
Dengan target audience yang jelas akan memudahkan kita dalam menulis dan mempromosikan buku kita.
3. Ditulis dengan bahasa sesuai dengan target pembaca. Ada buku-buku yang ditulis dengan bahasa ngepop, bahasa ilmiah, dan sebagainya. Buku saya kebanyakan ditulis dengan bahasa ngepop karena saya pengen buku saya ringan untuk dibaca tapi isinya cukup mendalam dan bisa dipraktikkan.
Buku barunya di cover belakang ada saya tuliskan 10 alasan mengapa anda harus membeli atau mempunyai buku ini.
Seorang penulis harus memikirkan dari awal apa keunikan bukunya atau apa yang membedakannya dari buku sejenis
Pengetian promosi buku
Kalau sudah produk buku yang bagus maka akan lebih mudah kita mempromosikan buku kita.
Promosi pada dasarnya adalah program untuk mengkomunikasikan buku kita kepada target audiens kita. Promosi adalah bentuk lain dari komunikasi.
Tujuan pertama promosi adalah mengenalkan buku kita. Kalau orang sudah kenal langkah selanjutnya adalah membuat mereka tertarik dengan buku kita. Kalau sudah tertarik Bagaimana caranya mereka mau membeli buku kita. Tahapannya begitu, bagaimana orang mau beli buku kalau mereka tidak kenal?
Promosi buku biasanya dilakukan oleh penerbit. Salah satu promosi yang paling efektif adalah dengan memajang buku di rak-rak buku di toko buku yang tersebar di seluruh Indonesia.
Namun tentu saja karena tempat untuk memajang ini terbatas, biasanya rak-rak buku hanya memajang buku-buku yang laku. Jika dalam 3 bulan tidak ada pembelian buku maka buku itu akan ditarik dari rak buku.
Nah kita sebagai penulis apa yang bisa dilakukan untuk membantu mempromosikan buku yang kita tulis?
Program Promosi
1. Launching Buku.
Program launching buku adalah program memperkenalkan buku kita pada saat pertama kali terbit. Biasanya program launching buku ini dilakukan secara tatap muka di ruangan-ruangan, aula, kelas, dan di berbagai tempat lainnya. Launching buku ini sangat penting untuk memperkenalkan bahwa kita sudah menerbitkan buku kita.
Pada zaman sekarang ini, launching buku bisa dilakukan secara lebih mudah. Lakukanlah launching buku secara online dengan fasilitas Zoom, Google Meet, dan berbagai fasilitas online meeting lainnya.
Jika buku anda sudah terbit, undanglah beberapa orang kawan anda dan juga teman-teman di Facebook Instagram dan media sosial lainnya untuk mengikuti launching buku secara online.
Launching buku secara online ini murah meriah dan cukup efektif untuk memperkenalkan buku kita.
2. Seminar, Pelatihan, Bedah Buku.
Kalau kita menawarkan seminar atau pelatihan secara umum maka yang akan hadir tidak hanya orang-orang yang suka membaca buku, tetapi bisa juga dihadiri oleh audience secara umum.
Baru pada saat dan selesai seminar, kita informasikan bahwa materi seminar ada pada buku kita. Ketika seminar atau pelatihan kita menarik, maka akan banyak audiens yang tertarik dengan buku kita. Apalagi kalau kita tambahkan bonus tanda tangan asli pada saat mereka membeli buku, tentu akan menjadi nilai tambah yang menarik.
Berbagai perpustakaan baik perpustakaan sekolah, lembaga sosial maupun perpustakaan daerah sering mengadakan acara bedah buku. Ajukan surat resmi kepada mereka agar buku kita termasuk buku yang dibedah. Dengan demikian acara ini akan menjadi salah satu ajang promosi buku kita.
3. Berjualan di Market place
Buku kita harus ada di marketplace agar orang mudah melakukan pembelian secara online. Cukup banyak marketplace di Indonesia diantaranya ada Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Shopee, dan sebagainya. Bukalah akun dan mulailah berjualan di sana. Setidaknya kalau orang mau beli mereka tahu ke mana mereka harus membeli.
Membuka toko buku di marketplace ini sangat penting karena sekarang ini zamannya belanja secara online. Sebagai penulis Kita harus mengikuti trend ini. Kalau buku kita tidak ditemukan secara online mereka akan kesulitan mencari buku-buku kita.
4. Memanfaatkan Media Sosial.
Salah satu cara paling efektif sekarang ini adalah dengan memanfaatkan media sosial yang kita punya mulai dari WA, Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, Tiktok dan sebagainya.
Bagaimana caranya memanfaatkan media sosial?
1. Buatlah story setiap hari: update status di WA, Facebook story, insta story, Reel dan juga Tiktok.
2. Buatlah status tentang buku kita, apa saja. Bisa tentang covernya, bisa tentang isinya, pokoknya apa saja terkait buku kita.
3. Minta orang menuliskan testimoni lalu kita upload di media sosial kita. Kalau orang tidak tahu testimoni apa yang harus dituliskan boleh juga draft testimoninya kita ajukan tinggal minta persetujuan mereka.
4. Kaitkan foto sehari-hari, kegiatan sehari-hari, kejadian sehari-hari, dengan buku kita.
5. Meminta orang untuk membuat video dengan memegang buku kita dan bercerita sedikit 30 detik tentang buku kita.
6. Buatlah foto atau cuplikan isi buku kita dan taruhlah sebagai status. Sedikit-sedikit saja setiap hari yang penting konsisten dan terus-menerus. Jangan terlalu banyak juga, nanti orang bingung karena kebanyakan pesan.
7. Jangan lupa cantumkan selalu nomor yang bisa dihubungi apakah inbox di Facebook Instagram ataupun nomor WA.
8. Buatlah video pendek terkait buku kita. Sekarang ini orang lebih suka melihat video dibandingkan hanya dengan tulisan.
Yang paling penting setelah ini adalah praktik-praktik dan praktik. Teorinya nggak perlu banyak-banyak yang penting praktiknya yang banyak.
Silakan dicoba semua teknik promosi yang sudah saya jabarkan di atas. Teman-teman juga bisa menggunakan program promosi teman-teman sendiri.
Yang paling penting itu terus menerus dan konsisten. Kalau baru promosi sekali terus mengharapkan langsung banyak lagu yang nggak bisa. Tiap hari aja promosi nanti hasilnya beberapa bulan ke depan baru akan terlihat.
Jadi perlu untuk terus konsisten dan istiqomah. Kalau belum terlihat hasilnya lakukan terus saja nanti juga orang akan tahu kalau tertarik dan mau membeli buku kita. Good luck semoga berhasil.
TANYAJAWAB
P1; Taufan/Pemalang
Sebagai penulis yg sangat baru da pemula sekali. selain konten yang bagus, bagaimana cara paling efektif agar promosi buku yg kita karyakan mampu menjadi best seller, mengingat sbg new comer baik secara teknis, relasi blm bahkan tidak punya?
J1;
1. Perbaiki tulisan dengan terus latihan dan latihan. Tiap hari harus terus menulis, luangkan waktu 30 sampai 60 menit setiap hari untuk menulis. Lama-lama nanti tulisan kita akan semakin bagus dan kita punya biaya tulisan kita sendiri. Kalau sudah punya gaya tulisan sendiri akan lebih enak kita memasarkan buku kita. Kuncinya latihan latihan, disiplin disiplin disiplin.
2. Bangun relasi. Mulailah bersilaturahim dengan sebanyak-banyaknya orang. Semakin banyak kita bersilaturahim sebanyak itulah lingkaran rezeki yang akan kita terima. Termasuk dalam hal menulis semakin banyak teman semakin bagus. jangan mengharapkan mereka menolong terlebih dahulu, mulailah dengan memberi. Memberi ilmu memberi informasi memberi pertolongan dan sebagainya.
3. Manfaatkanlah media sosial yang kita punya. Jangan sampai kita melihat Tik tok seharian, bertahun-tahun lamanya, tapi tidak pernah menghasilkan dari Tik tok. Setiap hari kita memelototi instastory dari para artis selebriti, tetapi kita tidak pernah menjadi produktif dengan Instagram kita.
Puluhan tahun kita punya Facebook jangan sampai hanya untuk update status tentang keluhan-keluhan kita. Mulailah berpikir bagaimana kita membuat update status yang produktif dan menghasilkan.
Pasti bisa, yang penting kita mau terus belajar, buka hati dan membuka diri. Bahkan bisa jadi kita harus belajar dari anak-anak muda yang menjadi murid-murid kita bagaimana caranya menghasilkan uang dari media sosial kita.
Buat challenge ke anak-anak, buat kompetisi Bagaimana cara membuat buku Pak Taufan ini laku lewat Facebook atau Instagram. Jadi mereka tertantang dan saling menguntungkan. Yang penting kita kreatif saja dan mau terus belajar.
P2; Sumarni: Jakarta Selatan
1. Bolehkah menulis buku yang judulnya sudah ada di beberapa toko buku?
2. Bolehkah menulis buku dengan mengambil sumber berbagai buku?
J2;
2. Kita boleh mengambil bahan-bahan dari berbagai sumber yang penting dicantumkan siapa yang menulis dan dari mana tulisan itu diambil. Tulisan saya juga sering mengutip dari banyak orang. Tidak apa-apa yang penting kita sebutkan sumbernya.
Yang tidak boleh adalah mengambil dari buku atau tulisan orang lain tetapi tidak menyebutkan bahwa kita mengambilnya dari orang lain jadi seakan-akan itu adalah hasil tulisan kita. Itulah yang disebut menjiplak. Tidak boleh
P3; Rosjida
J3;
P4; Endang dari Kaltim.
Dalam konteks seminar, pelatihan, dan bedah buku, bagaimana cara Anda menjadikan buku sebagai modul acara yang menarik minat audience yang lebih luas? Terima kasih...
P5; Wiwin dari Kediri
kalau mempromosikannya karya kita apakah dengan diskusi bersama, bedah buku, atau mempromosikan di media sosial. Dari pemahaman saya pasti karya kita bagus, Namun bagaimana kita mengukur karya kita bagus atau masih banyak perlu diperbaiki. Sampai hari ini hanya saya timbun beberapa tulisan saya Krn saya merasa belum Bagus...
J5;
Pertama yakin saja bahwa tulisan kita bagus. Kalau kita tidak pernah yakin maka selamanya tidak akan pernah menjadi bagus. Mungkin buku saya yang pertama itu diterima penerbit karena keyakinan saya yang kuat.
Setiap buku yang terbit pasti ada kekurangannya. Kalau kita menunggu sempurna maka tidak akan pernah terbit buku kita.
Karena itu, terbitkan saja. Kalau kita merasa ada kekurangan dalam buku yang sudah kita terbitkan tinggal kita perbaiki pada terbitan berikutnya atau kita tulis lagi judul berikutnya yang sebelumnya kita rasa kurang.
Saya banyak merasa buku Man Jadda Wajada yang pertama itu banyak kekurangannya. Tapi ya sudah, saya ajukan dan terbitkan saja.
Berbagai kekurangan itu kemudian saya lampiaskan dalam tulisan-tulisan pada buku-buku berikutnya. Akhirnya jadi bertambah banyak buku saya.
Kita itu sebagai penulis tugas kita adalah terus menulis. Kalau sudah ada tulisan kita, kirim ke penerbit. Kalau misalnya ditolak penerbit kita perbaiki, kirim ke penerbit yang lain. Atau kita terbitkan sendiri.
Setelah buku kita terbit tidak perlu terlalu dipikirkan. Tugas kita adalah menulis lagi Dan lagi. Menulis saja sebanyak-banyaknya, kirim lagi ke penerbit sambil terus berdoa mudah-mudahan bisa diterima.
Sambil kita kirim tulisan ke penerbit tugas kita sebagai penulis adalah menulis lagi naskah buku berikutnya. Begitu seterusnya.
Tidak perlu khawatir bahwa apa yang kita tulis itu tidak berguna. Pasti akan berguna.
Saya terbiasa menulis di blog Kompasiana. Draft buku saya banyak saya tuliskan di sana. Saya terpacu untuk terus menulis setiap hari lalu saya upload di sana.
Suatu saat artikel sudah sesuai dengan outline yang sudah saya buat, saya review lagi dari awal sampai akhir seluruh tulisan saya.
Jadilah buku. Begitu caranya. Tugas kita terus menulis, menulis, dan menulis. Pasti tulisan kita akan berkembang dan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Yang dapat di ambil garis besarnya dalam pertemuan malam ini adalah;
Menulis itu tentang disiplin latihan setiap hari. Luangkan waktu 30 sampai 60 menit setiap hari untuk menulis. Setiap hari.
Disiplin inilah yang akan membuat kita berhasil. Kalau tidak bisa mendisiplinkan diri sendiri jangan pernah berharap bisa menjadi penulis yang hebat.
Yang penting itu bukan ikut pelatihannya, tetapi setelah pelatihan bisakah kita mendisiplinkan diri setiap hari untuk menulis.
Disiplin disiplin dan disiplin.
Sukses selalu, selamat menulis
Assalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Salam Literasi! Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang luar biasa sehingga malam ini kita bisa bertatap layar melalui huruf dan kata yang bisa dibaca . bisa belajar bagaimana cara menulis, yaitu tentang MENULIS BIOGRAFI, narasumber kita malam hari ini adalah ibu Lely Suryani, S.Pd.SD, Beliau juga salah satu dr tim solid, seorang editor di melintas.id, penulis buku biografi omjay. Dan moderator cantik Ralliyanti pada pertemuan malam ini diberi mandat untuk berbagi pengalaman terutama dalam materi MENULIS BIOGRAFI
MENULIS BIOGRAFI ini bukan semata-mata dari kemampuan pribadi, namun ada dorongan kuat dari orang-orang hebat di dunia literasi yang mengelilingi ucap narasumber, yang utama dari Om Jay,Kemudian ada Bunda Kanjeng,Kakek Guru, Bunda Ralli bagian Lay out, TSO dan Keluarga Besar KBMN. Pengalaman beliau dalam MENULIS BIOGRAFI dapat berhasil karena ada lampu hijau dari Om Jay dan keluarga besarnya serta dukungan dari semua pihak. Nah karena di sini, di KBMN, yang ditekankan adalah belajar menulis, dan belajar menulis tidak lepas dari kecerdasan literasi.
Tantangan pertama:
1. Masuk Chrom
2. Ketik MELINTAS.ID
3. Klik rubrik Literasi
4. Ketik Biografi
5. Cari tulisan dengan gambar cover buku 50 Tahun Lebih Dekat dengan Om Jay
6. Baca
7. Cari kalimat yang menjelaskan apa itu biografi.
8. salin
9. Copas ke grup KBMN 30
Tantangan pertama bagaimana para sahabat? Sudah ketemukah tulisan yang dimaksud Buku Biografi Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. dengan Judul 50 Tahun Lebih Dekat dengan Om Jay karya Lely Suryani.
Judul: 50 Tahun Lebih Dekat dengan Om Jay
Penulis: Lely Suryani, S.Pd.SD
Editor: Sri Sugiastuti
Desain Sampul: Ralianti
Jumlah Halaman: 176 halaman
Nomor QR CBN: 62-134-1718-504
Tahun Terbit: 2022
Penerbit: Oase Pustaka (Oase Group Publishing)
Sinopsis buku terbitan Oase Pustaka sebagaimana tertera pada buku sebagai berikut.
Di Jakarta Ada Lelaki yang Bisa Bantu Kita Hasilkan Banyak Uang
Lima puluh tahun perjalanan hidup manusia, walau ibarat sekejap mata, namun banyak cita rasa penuh makna. Bukan mimpi belaka, namun nyata adanya, dan berkibar di dunia yang fana dan layak sebagai bekal menuju nirwana. Pencapaian kebermaknaan hidup yang menjulang, pasti banyak halang dan rintang yang menghadang. Hanya dengan kekuatan jiwa yang terpatri di dalam raga, sikap yang selalu bijaksana, kepiawaian dalam bertutur sapa, serta dasar agama yang utama, membuat semua bersahaja sesuai norma manusia di dalam rengkuhan Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan kesahajaan yang terlihat tak kasat mata, keramahan yang selalu terpancar dari jiwa, suka menolong dan berbagi adalah wujud nyata, mengemban amanah surga yang jauh dari nuansa kesombongan manusia, menjadikan sosok Om Jay yang selalu dipuja, baik oleh sahabat di dunia nyata maupun di dunia maya. Ini membuktikan bahwa Om Jay sosok ternama yang jauh dari dosa, Bagian kedua, pembaca bisa mengenal lebih detail tentang sosok Om Jay karena pada bagian kedua ini, ditulis biodata lengkap Om Jay. Jadi, bagian kedua ini juga dapat diketahui segala aktivitas dan peran Om J
Di bawah resensi buku tersebut. Baru materi tentang menulis biografi. Yang diakhiri dengan kata tokcer
Di dalam buku ini, walau tak memuat seluruh perjalanan Om Jay, penulis berharap dapat menjadikan para sahabat, teman, dan handai tolan, akan merasa lebih dekat dengan Om Jay. Sosok Inspiratif yang membumikan literasi dengan slogannya “menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”
Materi MENULIS BIOGRAFI ada di sana. Melintas.id - Biografi berasal dari Bahasa Yunani, bios yang berarti hidup dan grafien yang berarti menulis. Biografi terjadi dari dua kata yaitu bio yang artinya hidup dan graf yang berarti tulisan. Apakah arti biografi jadi tulisan hidup? Menulis Buku Biografi Secara Efektif, Mudah dan Cepat, Ikuti Saja Aturan Mainnya Dijamin Tokcer.Melintas.id - Biografi berasal dari Bahasa Yunani, bios yang berarti hidup dan grafien yang berarti menulis. Biografi terjadi dari dua kata yaitu bio yang artinya hidup dan graf yang berarti tulisan. Apakah arti biografi jadi tulisan hidup?
Arti dari biografi adalah tulisan tentang kehidupan. Menurut WJ.S. Poerwadarminta dalam buku Kamus Umum Bahasa Indonesia, biografi berarti riwayat hidup, sedangkan menurut KBBI daring bahwa biografi adalah tulisan tentang seseorang yang ditulis oleh orang lain
Mengapa biografi harus ditulis oleh orang lain? Karena jika riwayat hidup seseorang ditulis oleh dirinya sendiri, itu yang dinamakan dengan autobiografi.
Jadi, jelas 'kan? Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain, sedangkan autobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis sendiri oleh orang yang bersangkutan. Penulisnya jelas mengalami perjalanan hidup yang ditulisnya
TANYA JAWAB
P1;Suhaimi Pancoran Jaksel
1. Apa dan bagaimana konsep dan teknik dalam menulis biografi
2. Apa yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa biografi itu akurat dan subyektif?
J2;
1. Silahkan dibaca sampai tuntas di sini.
https://www.melintas.id/literasi/342754863/menulis-buku-biografi-secara-efektif-mudah-dan-cepat-ikuti-saja-aturan-mainnya-dijamin-tokcer
2. Penulis biografi dalam mengumpulkan materi, tidak hanya dari tokohnya saja, namun juga dari orang-orang di sekelilingnya.
Maka harus bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang mempengaruhi hidup sang toko
P2; ACHIENK, Tebet
Bunda Lely, bagaimana kiat2 menulis biografi orang yg terkenal dan atur jadwalnya? Karena mengingat waktu beliau yg super sibuk Dan bagaimana cara menulis biografi yg ciamik sehingga banyak orang tertarik untuk membacanya
J2; Jika akan menulis biografi orang terkenal.. tentu harus komunikasi intensif.. dan harus sabar menunggu kapan beliaunya ada waktu dan janjian waktu .Orang-orang terkenal karena terlalu sibuk.. kita yang mengingatkan dengan cara halus mengenai janji kita., Karena ini BIOGRAFI dan itu Fakta, bukan Fiksi maka alur ceritanya mengalir sesuai aslinya. Berbeda jika ada perjanjian Biografi dibumbui fiksi.. mungkin ada penyedap dan bumbu lain..
P3; Endang dari kaltim.
Mohon ijin bertanya bu .. Apakah ada tantangan khusus dalam menciptakan narasi yang menarik dalam sebuah biografi? Bagaimana cara menghadapinya? terima kasih.
J3; boleh pakai banget.. dibuat narasi-narasi yang menarik. Membutuhkan butuh waktu untuk mengasah kemampuan agar bisa menata kata dan kalimat menjadi menarik..
P4; Taufan Pemalang
Dalam menulis buku Biografi, selain menulis tokoh apakah ada yg lain yg bisa digunakan sbg narsum. kemudian apakah boleh kita menulis buku seseorang hanya bersumber pd media digital saja?Terimakasih pak Taufan Pemalang.
J4; Iya harus ada, karena kita korek riwayat sang tokoh dari berbagai sisi, bisa dari pihak keluarga, teman dekat atau orang yang turut mempengaruhi hidup sang tokoh.
Kemudian apakah boleh hanya bersumber dari media digital? Sebaiknya jangan hanya memakai sumber dari media digital saja, karena ini menyangkut nama baik seseorang.
Di sini tata krama tetap dinomorsatukan., Mulai dari minta ijin.. dan seterusnya..
P5; Suhaimi Pancoran Jaksel
Apa saja yang menjadi rujukan dalam penulisan biografi
Dalam menulis Biografi.. banyak rujukan yang bisa dipakai, Selain sang tokoh sendiri, juga dari pihak keluarga, teman dekat, dan sosial medianya. Semua itu akan saling melengkapi.
Menulis tiada berbatas, dalam arti semua bisa menjadi tulisan yang bermanfaat
Namun walau tiada berbatas, dalam menulis harus tetap memperhatikan kode etik kepenulisan
Apalagi jika menulis di medsos atau media digital.
Yang pastinya jika tidak sesuai kode etik yang berlaku, akan mendapatkan peringatan, hujatan atau apalah itu. Dan bukan saja dari pembaca saja, namun dari googlenya juga akan diperingatkan
Dan buat peserta KBMN. mari tingkatkan potensi diri dalam menulis. MELINTAS.ID siap mewadahi karya-karya nan apik dan akan maju bersama MELINTAS.ID.
Tantangan ke dua, silahkan tulis biografi singkat orang-orang terkasih..Dari sana kita akan banyak belajar menghargai orang lain.
Terima kasih
Wassalamualaikum Wr Wb
Assalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Salam Literasi! Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang luar biasa sehingga malam ini kita bisa bertatap layar melalui huruf dan kata yang bisa dibaca . Malam ini Bunda Rita Wati, M.Kom sebagai narasumber yang sangat luar biasa yang sudah memiliki banyak prestasi sampai go internasional. Akan memberikan materi "Berprestasi dan Go Internasional sebagai Berkah Menulis ". Beliau akan didampingi oleh moderator yang juga sudah banyak berprestasi dalam dunia menulis yaitu bunda Gina Dwi Septiani,S.Pd., M.Pd.
Assalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Salam Literasi! Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang luar biasa sehingga malam ini kita bisa bertatap layar melalui huruf dan kata yang bisa dibaca, Narasumber kita malam ke-26 ini tak kalah hebat dari malam-malam sebelumnya dan bergabung dan tak jemu-jemu membagikan ilmu menulisnya kepada kita semua, beri sambutan hangat untuk Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. dan dilanjutkan kalimat pembuka dari Ibu Moderator, di malam putaran ke 26 kembali Emut Lebak akan menemani sahabat nusantara di kelas Menulis tanpa sekat dan batas. Penulis tidak pernah dilahirkan tetapi diciptakan bakat menulis tidak selalu dibawa sejak lahir tetapi tumbuh oleh satu motivasi dan gagasan.
Menulis dan membaca merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan, amunisi seorang penulis adalah bacaannya. Tidak semangat menulis bisa jadi karena kurang membaca jika membaca sudah dilakukan tetapi masih saja sulit menulis cobalah membaca buku inspirasi atau bermain ke media sosial niscaya ide ide brilliant berjejer mengantri.
Sukses selalu, selamat menulis
Resuma Ke-24
Gelombang
Ke-30
Nama
: Lutpiana
Judul
: Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Hari/Tanggal
: Jumat, 8 Desember 2023
Narasumber
: Eko Daryono, S.Kom
Moderator
: Bambang
Purwanto, S.Kom.,Gr.
Materi malam ini adalah Menulis Buku dari Karya Tulis Ilmiah
Tema yang cenderung teoristis dan bikin pusing mengingat tidak ada standarisasi konversi KTI menjadi buku.
Terlebih sekarang ada dua model lisensi yakni ISBN dan QRCBN yang tentu saja tuntutan content dalam buku akan berbeda dimana ISBN lebih cenderung ke buku bacaan umum sedangkan QRCBN bisa menyesuaikan dengan isi KTI
Sebelum masuk ke ranah konversi, terlebih dahulu perlu dipahami Karya Tulis Ilmiah itu apa dan seperti apa
Definsi Karya tulis ilmiah menurut Perka LIPI No 2 /2014 merupakan tulisan perseorangan atau kelompok dari hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, dan pemikiran sistematis yang yang memenuhi kaidah ilmiah
KTI dapat dibedakan menjadi dua macam yakni KTI nonbuku dan KTI buku
KTI Nonbuku
KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar -> tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi
KTI hasil penelitian -> PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal
KTI berupa ulasan -> resensi
KTI Buku
Buku Bahan Ajar -> diktat, modul, buku ajar, buku referensi
Buku Pengayaan -> monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan
Buku kompilasi -> bunga rampai, prosiding
Bagi yang ASN guru Karya Tulis Ilmiah yang terdapat dalam buku 4 PKG untuk pengembangan diri yakni
Publikasi Ilmiah Berupa Hasil Penelitian atau Gagasan Ilmiah Bidang Pendidikan Formal -> Laporan PTK/PTS, Best Practice, Tulisan Ilmiah Populer
Publikasi Buku Teks Pelajaran, Buku Pengayaan, dan Buku Pedoman Guru
Karya Inovatif -> Teknologi Tepat Guna, Karya Seni, Membuat/Memodifikasi Alat Pelajaran/Peraga dan Alat Praktikum
Ternyata tidak semua KTI itu berupa buku. Memang secara wujud, PTK, PTS, Tugas Akhir, skripsi, tesis, desertasi itu berupa buku, namun bukan buku. Lebih tepatnya adalah laporan hasil penelitian dan sifat publikasinya pun terbatas.
Anatomi KTI umumnya tersusun atas bab-bab dengan penomoran yang struktural sesuai dengan jenis KTI serta institusinya. Babnya pun bersifat formil
BAGIAN AWAL -> Lembar Pengesahan, Kata Pengantar, Abstraksi, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Lampiran
BAB I PENDAHULUAN -> Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORETIS -> Tinjauan Pustaka, Hasil Penelitian yang Relevan, Kerangka Pemikiran, Hipotesis (jika diperlukan)
BAB III METODE PENELITIAN -> Jenis Penelitian, Tempat dan Waktu Penelitian, Subjek Penelitian, Data dan Sumber Data, Teknik Validitas Data, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN -> Hasil Penelitian, Pembahasan, Temuan Hasil Penelitian
BAB V PENUTUP -> Simpulan, Implikasi dan Saran
BAGIAN AKHIR -> Daftar Pustaka, Lampiran, Bionarasi
Umumnya anatomi KTI seperti itu.
Nah apa
bedanya anatomi KTI di atas dengan buku?
Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI khusus untuk anatomi buku ber-QRCBN karena aturan content yang lebih fleksibel.
Untuk anatomi ISBN, anatomi bukunya memang benar-benar berubah dan nyaris tidak nampak lagi isi KTI-nya karena memang harus dikembangkan menjadi buku bacaan
Secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab
Secara Bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga Bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis
Lantas bagaimanakah cara mengkonversi laporan KTI menjadi buku?
Langkah Pertama adalah memodifikasi judul KTI menjadi judul buku
Judul KTI umumnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu).
Judul buku hasil konversi harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.
Contoh judul KTI : UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS AKSARA JAWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KARTU ARISAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI X TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Bisa menjadi judul buku : KETRAMPILAN MENULIS AKSARA JAWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KARTU ARISAN
Langkah kedua yakni Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan
Nah, pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisanasib bab-bab dalam KTI?
Bagaimana nasib bab tergantung pada anatominya, mau di ISBN kan atau di QRCBN kan?
Jika menggunakan anatomi ISBN, maka semua yang berbau istilah penelitian atau hasil penelitian ditiadakan.
Sebagai contoh laporan KTI tentang Aksara Jawa tadi, semua menggunakan kaidah bab seperti saya jelaskan di atas. Namun setelah di ISBN kan menjadi seperti berikut
Itu diambil dari buku konversi salah satu peserta KBMN juga yang kebetulan saya menjadi convertornya
Untuk yang ber-ISBN memang membutuhkan ekstra pikiran dan ekstra waktu
Lalu bagaimana kalu yang penerbitannya ber-QRCBN? Karena tidak terikat content harus menjadi bahan bacaan umum, maka anatominya lebih fleksibel bisa memanfaatkan 75% isi PTK sedangkan yang 25% memang harus didelete.
Sebagai contoh perbandingan berikut ini
Jika dibuat buku maka anatomi babnya menjadi seperti ini :
Bab III yang berisi metode penelitian biasanya diringkas menjadi satu atau dua paragraph dan dimasukkan pada bab IV di bagian awal sebagai prolog
Misal ringkasannya : Pembahasan pada bab ini didasarkan pada laporan action research yang dilaksanakan pada kelas VII A semester I tahun pelajaran 2023/2024 dalam mata pelajaran IPS materi Penampakan Alam...dst
Lantas untuk Bab IV nya sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Sebagai kisi-kisi, judul buku dapat menjadi pilihan sebagai judul Bab IV
Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku
Maksudnya bahwa tabel, grafik, foto-foto kegiatan tidak lagi berada dalam lampiran namun dibuat menyatu dengan buku yang tentunya disesuaikan narasinya.
Lampiran dapat disertakan namun hanyainstrument penelitian atau hasil olah data. Adapun data-data yang menyangkut privacy sebaiknya dibuat kode-kode atau dibuat tabulasi. Lampiran seperti RPP, kisi-kisi soal, soal boleh dilampirkan
Oh ya tadi ada yang terlewat, untuk bagian pendahuluan (bab I) berisi mengenai fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku. Boleh dipertahankan judulnya Pendahuluan
Selanjutnya,. apa yang perlu diperhatikan saat mengkonversi buku
Baik yang mau di-ISBN-kan maupun yang di-QRCBN-kan sama kaidahnya
1, laporan hasil penelitian memang benar-benar karya asli dari penulis alias bukan plagiasi baik seluruhnya maupun sebagian.
2, memanfaatkan berbagai gaya selingkung untuk sumber bahan kompilasi atau pendapat dari penulis lain
3, jeli dalam memilah dan memilih data yang dipublikasikan sehingga buku yang dihasilkan menarik
4, modifikasi bahasa baku. Hindari pemakaian penanda transisi menurut hal itu sesuai dengan pendapat lebih lanjut si A menyatakan berdasarkan hal tersebut
5, hindari pengambilan sumber kutipan kedua atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah Lebih valid jika penulis bisa mendapatkan sumber pertama
6, menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku untuk menghindari citra plagiasi
Jika dianalisis secara detail ternyata mengkonversi KTI menjadi buku gampang-gampang susah.
Daripada susah-susah, bolehkah jika laporan KTI apa adanya langsung dijadikan buku?
Sah-sah saja penulis langsung menerbitkan KTI-nya menjadi model seperti buku namun perlu diingat jika menghendaki buku ber-ISBN maka harus berpikir lebih mendalam karena jelas akan tertolak.
Jadi perlu dipahami diawal bahwa : Meng-ISBN-kan KTI tidak sama dengan mengkonversi KTI menjadi buku ber-ISBN
Diawal kegiatan menulis ini dulu saya sempat juga membeli model laporan KTI yang di-ISBN-kan dari salah satu peserta yang isinya ternyata hanya meng-ISBN-kan laporan KTI. Dulu memperoleh ISBN masih mudah namun sekarang sangat selektif sekali
Materi pada malam ini mungkin materi yang rumit, namun menjadi materi yang disampaikan pada KBMN. Dasarnya bahwa Bapak/Ibu insya allah punya modal dasar yakni sudah pernah membuat laporan KTI dan bahkan sekarang memilikinya entah berupa PTK/PTS/Best Practice/Skripsi/Tesis dan sebagainya.
Modal tersebut tentu sayang jika hanya tenggelam di rak buku tanpa dibagikan dengan khalayak umum yang bisa jadi menginspirasi. Makanya perlu diterbitkan menjadi buku setelah dikonversi.
Hal itu juga menjadi sarana untuk beramal dengan ilmu yang kita miliki.
Demikian yang dapat saya sampaikan pada malam hari ini, terima kasih bapak/ibu, terima kasih Tim Solid Om Jay, terima kasih Mr Bams yang setiap menemani. Banyak kekurangan yang saya sampaikan mohon maaf. Selamat malam dan selamat beristirahat.
Wassalamu'alaikum warahmatulahi wabarakatuh
Tahun 2024 merupakan tahun bersejarah untuk anakku reza, kenapa? karena tahun 2024 merupakan tahun 1445 Hijriah. "Mufakat sidang isbat...