Assalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Pertemuan Ke-26, Gelombang Ke-30 KBMN
Nama
: Lutpiana
Tema
: Menerbikan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Hari/Tanggal
: Rabu, 13 Desember 2023
Narasumber
: Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd
Moderator
: Mutmainah, M.Pd
Salam Literasi! Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang luar biasa sehingga malam ini kita bisa bertatap layar melalui huruf dan kata yang bisa dibaca, Narasumber kita malam ke-26 ini tak kalah hebat dari malam-malam sebelumnya dan bergabung dan tak jemu-jemu membagikan ilmu menulisnya kepada kita semua, beri sambutan hangat untuk Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. dan dilanjutkan kalimat pembuka dari Ibu Moderator, di malam putaran ke 26 kembali Emut Lebak akan menemani sahabat nusantara di kelas Menulis tanpa sekat dan batas. Penulis tidak pernah dilahirkan tetapi diciptakan bakat menulis tidak selalu dibawa sejak lahir tetapi tumbuh oleh satu motivasi dan gagasan.
Menulis dan membaca merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan, amunisi seorang penulis adalah bacaannya. Tidak semangat menulis bisa jadi karena kurang membaca jika membaca sudah dilakukan tetapi masih saja sulit menulis cobalah membaca buku inspirasi atau bermain ke media sosial niscaya ide ide brilliant berjejer mengantri.
Semua orang akan mati, terkecuali karyanya. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak”- Ali bin Abi Thalib
Seperti yang kita ketahui buku merupakan muara akhir dari sebuah proses penulisan.
Hasil tulisan kita tentu saja ingin bermuara menjadi sebuah buku, tetapi masih bingung kemana buku harus diterbitkan?
Apa saja yang menjadi syarat penerbitan buku?
Menerbitkan buku sekarang ini semakin mudah karena ada penerbit indie
yang menerima naskah tanpa seleksi
Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Erlangga, Elex media, Andi, dll.
Penerbit mayor menerapkan seleksi naskah, sehingga belum tentu naskah kita diterima.
Memang itu dilakukan agar penerbit mayor mendapat naskah yang benar-benar berkualitas dan diperkirakan akan laku dipasaran. Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang mencoba mengirim naskah ke beberapa penerbit hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Penolakan naskah menjadi makanan sehari-hari penulis. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.
Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut,Naskah pasti diterbitkan ✅
Proses penerbitan mudah dan cepat ✅. Menerbitkan di penerbit mayor bisa lebih dari setahun prosesnya, Kalau di penerbit Indie dalam hitungan bulan saja Indie maupun mayor punya kelebihan dan kekurangan.
Untuk penulis pemula yang baru pertama kali akan menerbitkan buku, bisa dicoba mengawali di penerbit indie. Jika bukunya cepat terbit akan menjaga semangat menulis.
Akan ada waktunya kita perlu merasa upgrade jika sudah sering menerbitkan di penerbit indie.
Tentu kita perlu tantangan lagi dalam menulis. Barulah penerbit mayor tepat untuk penulis yang ingin upgrade.
Bagi penulis pemula tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri.
Memang kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya-biaya untuk mendapat fasilitas penerbitan, atau jika ingin cetak ulang.
Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.
Sebagai tips, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie
● Biaya penerbitan
● Fasilitas penerbitan yang di dapat penulis
● Batas maksimal jumlah halaman
● Ketentuan dan Biaya cetak ulang
● Apakah dapat Master PDF
● Jumlah buku yang didapat penulis

Narasumber membantu bapak/ibu menghubungkan ke penerbit yang sudah terpercaya dan terjamin kualitasnya. Sejak Juli 2020 Narasumber membantu peserta KBMN memilihkan dan menghubungkan ke penerbit Alasan Pa Brian membantu mengubungkan bapak/ibu ke penerbit indie, agar bapak/ibu tidak merasa sendirian dalam proses penerbitan buku. Ada Pa Brian yang mendampingi dan menjawab berbagai pertanyaan seputar proses penerbitan. Sehingga bapak/ibu para peserta KBMN merasa tenang bahwa buku pasti akan terbit
Saat itu (Juli 2020) Narasumber melihat bapak/ibu peserta yang belum tahu mau menerbitkan buku dimana, sering juga mendapat cerita kasus hambatan yang dialami peserta kbmn dalam menerbitkan buku yaitu:
- biaya mahal
- biaya murah bahkan gratis diawal, namun jadi mahal akhirnya
- ketidakjelasan nasib naskah setelah berbulan-bulan
- ketentuan berubah2 tidak sesuai dengan di awal.
- ada ketentuan yang tidak disampaikan di awal
Melihat kasus-kasus tersebut maka Narasumber membantu bapak/ibu memilihkan penerbit yang sudah terpercaya dengan harga terjangkau dan mengawal sampai naskah terbit menjadi buku.
Biaya 400.000 saja. Penulis dapat 2 buku Pa Brian menyampaikan daya tarik penerbit ini :
1. Biaya terjangkau, tidak perlu sampai jutaan rupiah
2. jumlah maksimal halaman sangat banyak yaitu 280 hal A5. Jadi bapak/ibu tidak kena biaya tambahan halaman walaupun bukunya setebal 280 halaman A5.
3. Penerbit ini menjualkan buku terbitannya di tokopedia dan shopee
Pesan dari Narasumber, menerbitkan buku perlu waktu untuk proses terbit. Bukan seperti fotokopi yang sehari jadi. Jadi jangan minta ada deadline kapan buku harus terbit. Misalkan karena untuk kenaikan pangkat, buku diminta agar terbit secepatnya.
Sukses selalu, selamat menulis
Terima kasih
Wassalamualaikum Wr Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar