Untuk pertemuan kesembilan kali ini pada hari Jumat, 03 November 2023 KBMN angkatan 30 dimulai secara Daring
Via WA Group KBMN 30, dimulai dari pukul 19.00-21.00 WIB
Pemateri kita malam ini adalah seorang sosok teladan yang murah ilmu, murah senyum dan sangat luar biasa. Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I. Lahir di Tulungagung pada tahun 1975, sangat produktif dalam menulis dan telah menghasilkan 47 buku selain itu juga aktif dalam menulis artikel dan jurnal.
Malam Sabtu ini Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I., membersamai kita dengan tema Menulis Itu Mudah bersama moderatornya Purbaniasita Kusumaning Sedyo, S.Pd sapaannya mbak Sita.
kita mulai diksi yang di hantarkan oleh mbak sita:
Jika Tanganku adalah kuas, maka tulisanku adalah lukisan berjuta warna.
Jika tulisanku adalah musik, maka aksaraku kan menari melentingkan rasa seirama.
Jika menulis laksana udara, kan kuhirup aroma berjuta asa
Menelisip masuk relung dada
Memenuhi peparuku dengan berjuta frasa.
Ya Menulis itu mudah, semudah bernafas, berkata, melukis, bernyanyi maupun menari.
Mari kita berlayar di samudra menulis, semudah menghirup udara dengan sejuta rasa.
Kunci penting jika ingin mudah menulis maka langkah-langkah sebagai berikut:
[1] Membangun optimis; Optimis ini bisa mengubah KESULITAN menjadi TANTANGAN, Tantangan bukan untuk dihindari tetapi ditundukkan
[1] Membangun optimis; Optimis ini bisa mengubah KESULITAN menjadi TANTANGAN, Tantangan bukan untuk dihindari tetapi ditundukkan
[2] Mulailah menulis hal-hal sederhana; seperti tulislah pengalaman atau kegiatan Anda, menulis dengan target sederhana.
contoh pada tulisan beliau sbb;
https://www.spirit-literasi.id/2022/11/strategi-menulis-tentang-perjalanan.html.
https://www.spirit-literasi.id/2023/07/perjalanan-dan-perjuangan-mencari.html.
https://www.youtube.com/watch?v=xliu1sCtkAQ.
https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/65237b87edff763488084c92/menjadi-blogger-menjadi-penulis.
[3] Rajin mencari sumber inspirasi menulis; Jangan pasif atau menunggu ide datang, ide harus dicari jangan berdian diri. bagaimana mencarinya asah kepekaan, kunjungi blog demi blog. Semakin banyak membaca membuat stok pengetahuan untuk ditulis semakin banyak. Berarti ide demi ide juga akan semakin mudah untuk ditemukan.
[4] Meluangkan waktu untuk menulis: Jangan menunggu waktu luang. Perlu berjuang untuk MELUANGKAN WAKTU MENULIS.
[5]: Menulis Tanpa Beban; menulis saja. titik ya! pokoknya menulis. tumpahkan apa saja yang ada dalam kepala. tidak perlu takut, resah, kuatir, sters. persoalan psikologis semacam itulah menjadikan proses menulis menjad terhambat. inilah formula yang bisa dipilih agar menghasilakn tulisan secara lebih baik.
kelima langkah diatas akan terwujud dan dapat manfaatnya jika sudah kita laksanakan dengan tidak berdiam diri. tulislah dan tuliskan!!!!
Pertanyaan
1. Cica dari malang; Seandainya saya sudah niat membuat sebuah buku dan sudah menghasilkan beberapa paragraf dengan mengikuti langkah-langkah dari Profesor yaitu meluangkan waktu sekitar 20 menit untuk menulis. Tiba-tiba keesokan harinya saya tidak mendapat ide, apa yg harus dilakukan Prof?
1. Cica dari malang; Seandainya saya sudah niat membuat sebuah buku dan sudah menghasilkan beberapa paragraf dengan mengikuti langkah-langkah dari Profesor yaitu meluangkan waktu sekitar 20 menit untuk menulis. Tiba-tiba keesokan harinya saya tidak mendapat ide, apa yg harus dilakukan Prof?
Selalu semangat, berusaha untuk mengatasi kebuntuan dengan membaca dan mencari ide-ide disekita kita. ide-ide itu dicari.
2. Sri Mulyati, Cianjur; langkah menulis sederhana menurut prof boleh dimulai dgn 5 paragraf perhari, saya yg blm terbiasa bagaimana kalau saya memulai dgn menulis puisi, cara terbaiknya bagaimana Prof apa setiap hasil puisi harus dikonsultasikn dulu sebelum saya publikasikan di blog, kira-kira konsultasi puisi sebaiknya ke siapa?
Menulis tidak harus dibatasi oleh gendre tertentu. Kalau suka menulis puisi tulis saja! publikasikan saja! di komentari berarti ada perhatian karya kita, di kritrik berarti sarana kita untuk belajar, untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik.
3. Cici dari Bandung, Bagaimana cara menjaga konsistensi dalam gaya penulisan saya merasa tanpa terjebak dalam rutinitas yang membosankan?
Gaya tulisan itu perlu diperkuat. Caranya dengan banyak membaca. Memperbaiki tulisan kita, Begitu seterusnya. Rutinitas yang membosankan harus dilawan dengan langkah-langkah kreatif. Jangan menyerah! Terus berlatih sampai membawa hasil yang memuaskan.
Menulis itu butuh amunisi. Ya kayak bensin untuk kendaraan. Jika tidak ada bensinnya, apakah bisa berjalan? Bensin menulis itu ya membaca.
menarik!! Konon rasa suka itu bisa dikondisikan.......Luar biasa Prof
baca juga!
https://www.spirit-literasi.id/2016/02/buku-berbasis-status.html.
https://www.spirit-literasi.id/2023/11/segera-tulis-sebelum-hilang.html.
https://www.spirit-literasi.id/2016/02/buku-berbasis-status.html.
https://www.spirit-literasi.id/2023/11/segera-tulis-sebelum-hilang.html.
Tidak ada kiat secara praktis. Prof hanya mengajak kepada kita semua untuk rajin membaca dan mengasah kepekaan lalu menjalani proses menulis. Tetap semangat dan yakin ada manfaat dari apa yang kita lakukan.
Closing statement yg akan disampaikan Prof 🙏🏻 dan terimakasih atas ilmunya malam ini
Menulislah dengan ikhlas karena bisa memberikan berkah dalam hidup. Semangat.







Jadikan bahasa buku sebagai bacaan yang memberi informasi dengan bahasa paparan bukan lagi bahasa sebuah resume yha.......lanjutkan dengan mengcopy ke word
BalasHapusMhn bimbingan dan arahan mentorku
HapusLanjutkan berkarya karena sesungguhnya menulis itu mudah
BalasHapus