Pertemuan ke-12, Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI Jumat,10
November 2023
Sumber : Daring Via WA Group KBMN 30
Materi ke 12 dalam forum Kelas Belajar Menulis Nusantara malam ini bertepatan dengan tanggal 10 November yaitu hari Pahlawan. Selamat Hari Pahlawan, semoga para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan bangsa mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
Pernahkan membaca sebuah karya tulis kemudian merasa kurang sreg, kurang pas?
Mungkin karena banyak tulisan yang typo, atau banyak yang salah ejaan, huruf kapital kurang pas atau tanda baca yang salah rumah. Nah itulah perlunya proofreading. Apa itu proofreading? Mengapa perlu ada proofreading? Tekniknya bagaimana ya? bersama narasumber handalnya KBMN 30 bapak Susanto, S.Pd didampingi oleh moderator yang gemesin Arofiah Afifi, S.Pd panggilan akrabnya mba Ovi dengan tema Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Kasus....dari kata pembuka KBMN 30 malam ini dari mba Ovi
Dahulu kala selama ratusan tahun Indonesia dijajah oleh Portugis, Belanda dan Jepang, hingga dengan kegigihan para pahlawan perjuangan, serta seluruh masyarakat Indonesia dan tidak lupa dengan doa.
Tulisan bu Ovi
Dahulu kala selama ratusan tahun Indonesia dijajah oleh Portugis, Belanda dan Jepang >> keterangan waktu
hingga dengan kegigihan para pahlawan perjuangan >> keterangan akibat
serta seluruh masyarakat Indonesia dan tidak lupa dengan doa >> keterangan kesertaan
Jelas, ya. Kalimat itu tidak memiliki subjek sebagai unsur pokok kalimat.
Banyaknya hal yang harus dihapal dalam EYD yang harus saya patuhi dalam menulis, saya mengakali dengan membuat flyer.
Flyer ini, telah saya buat sejak gelombang 15 (angkatan saya ikut KBMN) dan senantiasa saya update dengan hal yang saya butuhkan.
Saya membuatnya dengan Ms. Power Point. Keterbatasan penguasaan teknologi membuat saya membuat dengan aplikasi yang paling sederhana.
Sebelum ditutup, nanti akan saya bagikan kepada Bapak dan Ibu semua, silakan di-update sesuai kebutuhan.
Buka EYD, lalu saya catat tentang ketentuan menulsikan numeralia atau kata bilangan.

Itulah, Bapak dan Ibu sekelumit kegiatan proofreading.
Sejak Angkatan 18 saya mengisi materi yang sama dan mahasiswa KulWAP KBMN ada yang mengulang, karena tidak naik kelas 🙂 maka materi ini saya modifikasi.
Teori proofreading dapat Bapak dan Ibu cari di internet. Iya, 'kan?
berikut contoh melakukan proofreading sebuah naskah yang ditulis oleh teman literasi
Mari, cermati tulisan berikut!
Perhatikan kata-kata bergaris bawah yang berwarna merah. Silakan Anda komentari dalam hati.
O, ya. Tulisan yang dipublikasikan melalui media blog kita, jika diberi masukan atau setelah dibaca ulang ternyata ada kesalahan, silakan diperbaiki karena pemilik blog adalah redaksi dari blog-nya sendiri.
Apa saja salah-nya?
Berikut hal yang kita proofreading dari contoh pada slide di atas?
Lihatlah!
kata bapak dan ayah tidak digunakan secara konsisten
Akupun❌ Aku pun ✅
Kata aku dan saya tidak konsisten digunakan.
karirnya ❌ kariernya ✅
Kata saat diulang pada kalimat yang sama.
di sebuah Cafe Starbuck Lebih efektif mana dibandingkan dengan: di Cafe Starbuck ✅
ulasan pertanyaan
P 1. Taufan-Pemalang
Menulis, utamanya sastra atau cerita rekaan kadang lebih bisa dinikmati atau diterima oleh pembaca. Apakah bahasa baku sesuai EYD diperlukan dalam hal tersebut? apakah tidak menjadikan cepat bosan dengan bahasa terkesan kaku?
J.1 Melakukan proofreading bukan menajdikan kata atau kalimat pada tulisan menjadi kata atau kalimat baku. Disesuaikan dengan jenis tulisan.
Yang kita lakukan adalah mengoreksi kesalahan mikro dalam tulisan, seperti yang saya jelaskan.
Tulis lah hal-hal yang kecil ❌ *Tulislah hal-hal yang kecil ✅
P2. Suhaimi Jakarta
Dalam mengutip kalimat langsung bisa banyak kalimat yang terlalu panjang, apa bisa di bagi menjadi 2 dan bgmn caranya?
J.2 Jika percakapan dikutip, gunakan kalimat tidak langsung, ditandai dengan kata bahwa.
Dalam SEO, kalimat seyogyanya tidak lebih dari 20 kata, namun pada penerbitan, mengikuti aturan media yang bersangkutan. Namun, pada intinya, kalimat pendek maupun kalimat panjang mengandung unsur kalimat yang lengkap.
Jika harus menggunakan kalimat majemuk, yakni beberapa kalimat tunggal digabung menjadi satu, maka tempatkan anak kalimat pengganti keterangan dibuat dengan jelas. https://blogsusanto.com/kalimatmu-kepanjangan/
P3. Yuliana Katindo Sul sel
Apakah yang dimaksud dengan flayer?
J.3. Kata flyer, flayer dalam KBBI VI Daring tidak ditemukan. Mudah-mudahan setelah Konres Bahasa bulan Oktober lalu, saya endengan ada Tim yang akan menambah setidaknya 250 ribu kosa kata baru.
Dalam dunia desain grafis, dikutip dari detik.com, Flyer adalah salah satu alat pemasaran yang dirancang secara tepat dan efektif untuk menyampaikan informasi tertentu kepada pembaca. Dilansir dari buku Photoshop untuk Pekerja Kantoran oleh Hasno Suprayogo, flyer yang juga biasa disebut pamflet adalah salah satu materi promosi yang biasa digunakan perusahaan.
P5. Rohmadi dari Bekasi.
saya suka nulis buku harian. Saat menulis, saya nggak perhatikan ejaan bahasa. Bahkan tanpa konsep SPO-nya. Terpenting apa saja dikepala saya tulis.
Pertanyaan:
1. Bagaimana cara meng edit catatan harian agar bisa disusun jadi buku novel?
2. Kira2 apa saja yang harus saya perbaiki?
J5. Kadang materi saya menjadi "penghambat" dan menimbulkan rasa takut dan memunculkan keraguan. TIDAK PAK Fiksi maupun Nonfiksi, memiliki aturan-aturan atau kaidah-kaidah menyangkut: struktur, pilihan kata, dan istilah yang dipakai.
Akan tetapi, EYD direvisi hingga Edisi Ke-6, agar tulisan fiksi maupun nonfiksi, kaidah penulisannya benar.
Contoh, meskipun fiksi, seperti diajarkan Pak Sudomo, tempo hari, tidak asal menulsikan, misalnya, dialog. Contoh sebuah dialog (kutipan langsung perkataan orang:
“Iya Mil aku capek, lelah bertahun-tahun bekerja di sini namun aku belum mendapatkan sesuatu yang kuinginkan.” Jawab Ririn.
Tanda baca pada akhir petikan percakapan tersebut adalah tanda titik. Pertanyaannya, bolehkah? Jika tidak boleh, mengapa tanda tanya, tanda seru, boleh?
Petikan perkataan pada kalimat di atas bukan berupa pertanyaan juga bukan perintah. Seharusnya diakhiri dengan tanda koma karena diiringingi penjelas kalimat petikan yaitu ‘jawab Ririn’.
Bolehkah diakhiri tada titik? Jawabnya, tentu boleh. Akan tetapi kalimat berikutnya berupa narasi, bukan frasa yang mengikuti dialog. Frasa yang mengikuti dialog biasanya diawali dengan ‘dialog tag’.
Ini sekelumit aturan atau kaidah penulisan fiksi.
Masalah ide, alur, diksi yang digunakan, silakan saja. Penulis merdeka menuliskannya.
Saya belum pernah menulis novel dan belum belajar menulis novel. 🙏🙏
https://blogsusanto.com/petikan-langsung-dan-dialog-tag-menyunting-cerpen/
Kegiatan proofreading:
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuan
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
P9. Endang dari kaltim.
1.Apakah kita dapat mengidentifikasi area di mana gaya penulisan atau penggunaan kata yang tidak konsisten?
2.Bagaimana kita bisa memastikan keselarasan dalam gaya penulisan sepanjang seluruh tulisan? terima kasih
J9.
1. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan nama atau istilah. Contoh mudah penggunaan kata saya dan aku. Misal dalam satu BAB penggunaan kata aku dan saya berganti-ganti, alih-alih memvariasikan tuturan malah membuat bingung dan membosankan.
2. Memastikan keselarasan dalam gaya penulisan sepanjang penulisan, salah satu tekniknya denga membaca nyaring tulisan yang sudah selesai. Jika dalam fiksi, gaya tutur orang pertama, kedua, ketiga mestinya konsisten, kecuali pada BAB tertentu yang mengharukan penulis menuturkan dengan sudut pandang (PoV) orang ketiga setelah sebelumnya dengan sudut pandang orang pertama.
Proofreading bukan mengekang kreativitas Anda dalam menulis, namun tulisan yang sudah jadi tetap harus diperiksa.
Proofreading dilakukan agar kaidah-kaidah kebahasaan untuk tulisan fiksi maupun nonfiksi.
Jika memiliki naskah calon buku, serahkan kepada orang lain untuk melakukan editing. Komunikasi antar editor/proofreader dengan penulis tetap berlangsung jika ada kalimat yang perlu didiskusikan maksud si penulis.
Proofreading dilakukan agar kaidah-kaidah kebahasaan untuk tulisan fiksi maupun nonfiksi tetap terjaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar