Pertemuan ke-4, Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI Senin, 23 Oktober 2023
Banyak karya yang dihasilkan oleh narasumber tidak lain adalah karena mendokumentasikan pengalaman-pengalaman melalui kegiatan menulis. Dengan kata lain, semua pengalamannya dijadikan karya tulisan.
Galilah potensi anda dan ukir prestasi anda dengan cara membuat sebuah buku. Ya jangan lewatkan pengalaman hidup kita begitu saja, namun catatlah, tulislah dan jadikan karya tulis yang akan bermanfaat bagi orang lain. Bagaimana cara kita mengetahui potensi diri kita sendiri ? jawabannya tentu kita harus memahami dan menghayati apa yang kita minati dan kuasai.
Hal ini telah terbukti oleh bu Aam dengan prestasi yang beliau dapatkan. Berbagai karya – karya bukunya baik yang antologi maupun karya bulu solo nya sudah diterbitkan dan dipajang di salah satu penerbit buku ternama.
Cara menggali ide tulisan menjadi sebuah buku sebagai berikut:
Pertama, bisa didapatkan dari pengalaman berharga maupun pengalaman yang tak terlupakan. Dua aspek ini yang menjadi ide pemicu sebuah tulisan atau karya berupa buku.
Kedua, menerima tantangan menulis dan menyelesaikannnya dengan segera. Tanpa ada kata “ menunda “ untuk berkarya. Ini juga bagian dari kunci sukses menulis. Kita luangkan waktu untuk menulis dan tidak menunggu waktu luang untuk menulis.
Ketiga, bergabung dengan komunitas menulis. Bergabung dengan komunitas menulis pun akan menjadi mood kita dalam menulis. Komunitas menulis memungkinkan kita saling mneyemangati dalam hal tulis menulis, berbagi ide menulis dan lain sebagainya. Khususnya menjaga mood kita dalam menulis sebuah karya.
Keempat, di sela-sela kegiatan menulis terkadang mengalami kebekuan ide, kejenuhan menulis (writer block), maka sebagai solusinya tentunya kita harus mempunyai mentor dan motivator menulis.
“ Menulis juga tidak terlepas dari adanya seorang mentor, motivator atau inspirator dalam aktivitas menulis sehingga semangat menulis akan terus menggelora. “ ujar Bu Aam Nurhasanah. Adapun salah satu motivatornya yaitu bu Kanjeng dan inspiratornya yaitu Dr Wijaya Kusumah (omjay).
Kelima, potensi menulis harus terus dilatih dan dikembangkan. Semakin terus diasah semakin terlatih dan mahir dalam menulis.
Keenam, Perbaiki paradigma kita menghadapi kegagalan. Ketika kita gagal dalam menulis, itu bukan sebuah kehancuran dan pembekuan. bangkitlah dan jadikan kegagalan itu media kita menuju kesuksesan. Dengan memiliki paradigma seperti itu, Ketika kita gagal akan terus bangkit dan menghasilkan karya tulis yang lebih baik lagi. Menulis lagi, menulis lagi, terus menulis sehingga menjadi habits kita dan menuju kepada kesuksesan.
1) Tuliskan pengalaman berharga dan pengalaman tak terlupakan yang kita alami.
Mari kita menulis agar menemukan potensi diri kita dan menggapai prestasi.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar