Pertemuan ke-15, Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI Jumat,17
November 2023
Sumber : Daring Via WA Group KBMN 30
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
📖 Buku nonfiksi merupakan buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan.
📖Isi dari buku nonfiksi adalah informasi, pengetahuan, atau wawasan.
📖Tujuan penulisan buku nonfiksi ialah menyajikan temuan baru atau penyempurnaan dari informasi yang sudah ada.
📚Apakah rumit membuatnya? Tidak ada yang rumit jika kita tahu ilmu dan teknisnya.
Seno Gumira Ajidarma mengatakan bahwa Menulis adalah suatu cara untuk berbicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.
Apa yang mendorong bu Iin menulis buku nonfiksi?
Seperti yang tertulis di biodata, beliau telah menjadi guru sejak tahun 1998 dan saya juga aktif bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Tentu saja banyak pengalaman yang tergores dan itu semua adalah buku yang belum terdokumentasi.
Pengertian buku nonfiksi menurut KBBI adalah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian buku non fiksi adalah yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan
Hal tersebut yang membuat buku non fiksi sering dijadikan sumber informasi oleh para pembaca. Adapun bahasa yang digunakan biasanya bahasa denotatif atau bahasa sebenarnya, jadi pembaca dapat langsung memahami maksud dari isi buku.
Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)
Jenis-jenis buku nonfiksi
1. Ensiklopedia
2. Buku Motivasi
3. Biografi (Kisah Epik Sukarno)
4. Autobigrafi (Alex Ferguson)
5. Kamus
6. Buku Pelajaran
7. Buku Pengembangan Diri
8. Buku panduan
9. Laporan Jurnalisme
10. Makalah akademik
Pola yang saya pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.
Bagaimanakah proses penulisan buku nonfiksi?
Proses penulisan buku terdiri dari 5 langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan
Langkah Pertama
Pratulis
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
Tema yang beliau angkat di buku adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa, mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020
Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet.
Referensi terdiri dari :
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Langkah ketiga
Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah.
Langkah keempat
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
Hambatan-hambatan dalam menulis
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis
Cara mengatasi
1. Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari
Demikian sharing pengalaman dari saya. Semoga ilmu yang sedikit ini bisa membantu Bapak Ibu menaklukkan tantangan untuk menulis buku non-fiksi
Edisi Pertanyaan Dan Jawaban
P1: Rohmadi,Bekasi.
Cara membuat pemetaan buku literasi kira2 apa? Menulis buku literasi SD apakah sama seperti formatnya dalam buku tematik? Apakah arahnya bhs Indonesia?
J1; Pemetaan buku literasi siswa bisa menggunakan berbagai cara dan sebaiknya sesuai dengan rapor pendidikan sekolah. Cara untuk memetakan sesuai dengan minat anak, bisa melalukukan wawancara, atau menyebarkan angket.Buku literasi SD bisa menggunakan cerita motivasi atau juga bisa berupa buku panduan. Untuk format tergantung jenis buku yang tulis. Sebagai contoh buku literasi yang berisi buku panduan, format langkah demi langkah.
P2 : Rohana bandung,
Mengapa Pola yang dipakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster
J2 :Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara), memilih pola ini karena saya menjelaskan per materi dan saya buat per bab. Dari satu bab ke bab yang lain saling berhubungan.
P3 : indra dr malang.
Apakah yang menjadi daya tarik buku non fiksi? dan Apakah manfaat membaca buku non fiksi
J3; yang menjadi daya tarik buku nonfiksi adalah buku tersebut berisi informasi atau pengetahuan yang sangat dibutuhkan orang lain. Sebagai contoh buku motivasi yang berjudul Otewe Berbenah, yang membantu kita menghadapi situasi-situasi sulit dan berat, dengan merujuk pada sumber utama Islam, yakni al-Quran. Bersandar langsung pada arahan dan petunjuk Allah SWT, buku ini menyediakan solusi terbaik dan tepat yang tak diragukan lagi keampuhannya. Tak hanya itu, cerita-cerita inspiratif dari para orang saleh terdahulu juga menjadi cermin terang bagaimana mesti menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah kita saat ini. Manfaat yang diperoleh tentu saja informasi dan pengetahuan yang sangat berguna. Buku pengembangan diri akan membantu kita mengembangkan diri untuk menjadi pribadi yang luar biasa.
P4 :Nurul dari bekasi
Bagaimaa cara mencari ide untuk membuat buku non fiksin
J4 ; Ide bisa kita temukan di mana saja, bahkan di dalam diri kita. kita telah mengalami berbagai hal dalam hidup. Sesuatu yang dekat dengan kita dan kita sukai pasti akan mudah untuk dituliskan. Banyak buku dalam diri kita yang belum kita lahirkan menjadi sebuah buku. Agar mudah untuk mengerucutkan ide yang akan ditulis, bisa menggunakan mind map
P5 :Asma Cilegon
Jika kita mau membuat buku. Boleh kah menulis buku non fiksi dengan bahasa tidak formal. Misal non fiksi motivasi dan disesuaikan dengan bahasa target sasaran pembaca.
Apa dimaksud dengan karya ilmiah populer?
J5 : Bahasa yang digunakan dalam buku nonfiksi adalah bahasa baku dan mengandung makna denotatif atau makna sebenarnya. Bahasa baku tetap bisa digunakan sesuai dengan target pembaca. Sebagai contoh, bahasa yang digunakan untuk target pembaca di tingkat SMP tentu tidak sama dengan mahasiswa dalam hal pilihan kata dan komplesitas kalimat.
P6 : NN
Jika membuat autobiografi dengan konsep Novel. Apakah ini bisa disebut Non fiksi?
Pola apakah yang cocok untuk menulis buku biografi tersebut?
J6 : Autobiografi adalah buku yang berisi perjalanan hidup seseorang dan penulisnya adalah diri sendiri. Penulisan bisa dalam bentuk novel, namun isinya sesuai dengan kenyataan atau berdasarkan fakta.
P7 : Taufan dr SDN Cibuyur 2 pemalang jateng
Dilihat dari pengertian buku non fiksi merupakan buku yang kontennya salah faktual. tetapi, pada paparan tahap pratulis dari menentukan tema bisa mendapatkan referensi yang salah satunya imajinasi yang berarti itu sama saja dengan khayalan (fiktif)?
J7 : Referensi imajinasi artinya adalah sesuatu yang kita impikan. Sebagai contoh saya ingin menulis tentang Sekolah Ramah Anak. Imajinasi saya tentang sekolah masa depan yang ideal. Tentu saja saya akan mengumpulkan materi tentang sekolah yang ideal menurut para ahli. Ini tetap sesuai dengan fakta.
Luar biasa paparannya ibu Iin. Terimakasih atas waktu yang didedikasikan untuk memberikan ilmunya.
Jangan berhenti menulis karena lelah, namun berhentilah ketika buku itu sudah selesai dan terbit (Musiin, MPd)
Wasalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh🙏☺️☺️
.jpeg)








resume sangat menginspirasi...
BalasHapusterima kasih resumenya
BalasHapusLengkap sekali.
BalasHapusLengkap sekali
BalasHapusTerimakasih maklum pemula, mohon bimbingan semuanya
BalasHapus